Sabtu, 29 Maret 2014

laporan morfologi fisiologi tumbuhan ` sel dan plastida



BAB I
PENDAHULUAN
I.1.TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat membedakan antara sel hidup dan mati.
2.      Mahasiswa dapat membedakan antara kloroplas, kromoplas, dan amiloplas
I.2.DASAR TEORI
 Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.
Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:



Berikut adalah gambar  sel tanaman :

 

Tipe sel
  • Sel Parenkim - Sel ini memiliki fungsi untuk menyokong berdirinya tumbuhan, juga merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi tumbuhan. Sel parenkim memiliki dinding primer yang tipis, dan sitoplasma yang sangat fungsional. Sel ini hidup saat dewasa, dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia.
  • Sel kolenkim Sel kolenkim tersusun sebagai berkas atau silinder dekat permukaan korteks pada batang dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Kolenkim jarang ditemukan pada akar. Kolenkim adalah jaringan hidup, erat hubungannya dengan parenkim, dan terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ yang muda. Bentuk sel berkisar antara bentuk prisma hingga bentuk memanjang. Sel-sel kolenkim memiliki dinding primer yang lebih tebal dibandingkan sel-sel parenkim. Dinding tidak menebal secara merata dan itu merupakan ciri khasnya. Sel-sel parenkim tidak memiliki dinding sekunder dan lignin.
  • Sel skelerenkim Sel sklerenkim membentuk kumpulan sel yang berkesinambungan atau berupa berkas yang ramping. Selain itu, sklerenkim juga terdapat tersendiri di antara sel-sel lain. Sklerenkim dapat berkembang dalam tubuh tumbuhan primer ataupun sekunder. Dindingnya tebal, sekunder dan sering berlignin, dan pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang. Jaringan sklerenkim juga termasuk tipe jaringan permanen sederhana. Ada dua tipe sel pada jaringan ini, yaitu, serabut dan sklereida. Kedua macam sel tersebut berdinding sangat tebal yang mengandung selulosa dan lignin yang disekresikan oleh protoplas sel-sel itu. Protoplas mati apabila dinding mencapai tebal maksimumnya. Serabut adalah sel-sel yang sangat panjang dengan ujung sel lancip. Serabut memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang besar. Karena kekuatan serta kelenturannya maka sel-sel ini digunakan orang dalam pembuatan lilitan, tali, tikar dan berbagai tekstil. Sklereida seperti serabut berdinding tebal dan keras, namun sel sklereida pendek dan tidak sepanjang serabut. Sklerida dapat ditemukan misalnya pada buah apel, sklereida membangun bagian penting pepagan pohon.

PERBEDAAN SEL HIDUP DAN SELMATI

Setiap makhluk hidup memiliki bagian-bagian anggota tubuh yangtersusuan dari jutaan sel, dari sel-sel tersebut dapat di bedakan menjadisel hidup dan sel yang sudah tidak aktif lagi (sel mati).
Perbedaan selhidup dengan sel mati :

·         adalah pada struktur dan aktifitas darimasing-masing sel tersebut.Sel hidup adalah sel yang masih memiliki peranan penting dalammetabolisme kehidupan dari mkhluk hidu, hal itu di tandai denganadanya bagian-bagian protoplas dalam sel atau dengan adanya hasilmetabolisme yang berupa bahan ergastik. Sedangkan sel mati adalah sel yang sudah tidak memiliki peranan dalam proses kelangsungankehidupan dan hanya berupa dinding sel.
Jadi, Sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan aktivitas kehidupanyang ditunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas dalam selatau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik.Sedangkan sel mati hanya berpa ruang kosong yang dibatasi oleh dinding sel.- Sel hidup antara lain pada tangkai tanaman jarak, umbi bawang merah,daun hydrilla, dan kentang sedangkan sel mati terdapat pada seratkapuk, kapas, dan empulur ubi kayu.- Benda-benda ergastik pada sel antara lain amilum pada kentang yangberfungsi sebagai cadangan makanan, dan Kristal ca-oksalat

Plastida

Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Organel ini hanya dimiliki oleh sel tumbuhan.  Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Terdapat 3 macam plastida, yaitu :

- Kloroplas
- Leukoplas
- Kromoplas

Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.


1.       Kloroplas, adalah plastida yang menghasilkan warna hijau daun, disebut klorofil.
Kloroplas adalah plastida yang mengandung  klorofil, karotenoid dan pigmen fotosintesis lain
Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut :
 
                - klorofil a: menghasilkan warna hijau biru
                - klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan
                - klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat    
                - klorofil d: menghasilkan warna hijau merah

Selubung kloroplas terdiri atas dua membran. Dalam kloroplas terdapat sistem membran lain berupa kantong-kantong pipih yang disebut Tilakoid. Tilakoid tersusun bertumpuk membentuk struktur yang disebut grana (jamak granum). Di dalam tilakoid inilah terdapat pigmen fotosintesis yaitu klorofil dan karoten. Ruangan di antara grana disebut stroma.

Proses fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Di dalam tilakoid pigmen klorofil berperan dalam penangkapan energi sinar yang akan diubah menjadi energi kimia melalui suatu proses yang disebut reaksi terang. Reaksi selanjutnya adalah reaksi gelap yaitu proses pembentukan glukosa. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma dengan menggunakan energi kimia hasil reaksi terang.

2.       Leukoplas, adalah plastida yang tidak berwarna. Terdapat 3 jenis leukoplas yang dibedakan berdasarkan fungsinya.
a.       Ailoplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji.
b.      Elaioplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji)
c.       Proteoplas ; bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan.
3.       Kromoplas,  adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis atau warna selain hijau. Macam-macam warna tersebut adalah sebagai berikut:

a.       Karotin            :  Berwarna kuning, misalnya pada wortel
b.      Xantofil           :  Berwarna kuning pada daun yang tua
c.       Fikosantin       :  Berwarna coklat pada ganggang Phaeophyta
d.      Fikosianin        :  Berwarna biru pada ganggang cyanophyta
e.        Fikoeritrin       :  Berwarna merah pada ganggang Rhodophyta
f.       Antosianin       :  Memberi warna merah sampai kuning pada bunga

Vakuola

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.

Pada sel daun dewasa, vakuola mendominasi sebagian besar ruang sel sehingga seringkali sel terlihat sebagai ruang kosong karena sitosol terdesak ke bagian tepi dari sel.

Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia.

Vakuola pada hewan diantaranya :
1.      Vakuola kontraktil ( vakuola berdenyut ),  berperan menjaga tekanan osmotik sitoplasma sel
2.      Vakuola non kontraktil (vakuola tak berdenyut ), bertugas mencerna makanan ( vakuola makanan ).

Sel tanaman memiliki vakuola tengah, yang berfungsi :
1.      Membangun turgor ( tegangan sitoplasmik sel )
2.      Mengandung pigmen antosianin
3.      Mengandung enzim hidrolitik yang bertindak sebagai lisosom saat sel masih hidup.
4.      Tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti kristal oksalat, zat alkaloid, dan tanin. Beberapa zat    alkaloid : caffein pada kopi, thein pada teh, nikotin pada tembakau, zhetanin pada tanaman bergetah.
BAB II
PELAKSAANAAN PERCOBAAN

II.1. ALAT DAN BAHAN
1.      Pisau silet
2.      Jarum pentul
3.      Object glass
4.      Cover glass
5.      Pipet tetes
6.      Beker glass
7.      Aquades
8.      Gabus penutup botol
9.      Empulur singkong ( Manihot utilisima )
10.  Daun ganggang ( Hydrilla verticilata )
11.  Daun polomelle
12.  Daun anggrek
13.  Buah cabe ( capsicum anum )


II.2. LANGKAH KERJA
Praktikum 1
Objek          :  sel mati
Preparat      :  empelur  singkong ( Manihot utilisima )
·         Gabus penutup botol dipotong dadu dan dibelah pada bagian tengahnya dengan pisau cutter ( silet )
·         Diselipkan empelur singkong diantara belahan gabus penutup botol
·         Empelu disayat tipis dengan menggunakan pisau silet. Pada saat menyayat objek jangan ditekan.
·         Hasil sayatan diambil dengan jarum pentul dan diletakan diatas objek glass .
·         Lalu ditetesi dengan aquades dan ditutup dengan cover glass.
·         Amati dengan mikroskop


Praktikum 2
Objek                        : sel hidup
Preparat         : daun ganggang ( Hydrilla verticillata )
·         Diambil satu helai daun ganggang , lalu diletakan diatas object glass.
·         Ditetesi dengan aquades, lalu ditutup dengan cover glass.
·         Diamati dengan mikroskop.
                                   
Praktikum 3
Objek            : kloroplas
Preparat         : daun plomelle
·         Daun plomelle dipotong dengan panjang dan lebar sama ( 1 cm ) tepat melewati tulang daun utama.
·         Hasil potongan diselipkan pada penjepit gabus .
·         Disayat dengan pisau.
·         Hasil sayatan diambil dengan jarum pentul, lalu diletakan diatas objek glass
·         Ditetesi dengan aquades, lalu ditutup dengan cover glass.
·         Diamati dengan mikroskop.

Praktikum 4
Objek            : kromoplas
Preparat         : buah cabe ( Capsicum anum )
·         Kulit luar  ( epidermis ) uah cabe disayat tipis dengan mengunakan silet .
·         Hasil sayatan diambil dengan jarum pentul, lalu diletakan diatas objek glass
·         Ditetesi dengan aquades, lalu ditutup dengan cover glass.
·         Diamati dengan mikroskop.




BAB III
PEMBAHASAN

1.        Empulur Singkong  (Manihot Utilissima)

Keterangan gambar :
1. Dinding sel
2. Ruang sel
3. Ruang antar sel
4. Gelembung udara


Deskripsi
Bagian tubuh penyusun Manihot utilissima yang diamati pada bagian empulurnya. Sel-sel yang terlihat pada mikroskop memiliki dinding sel yang lebih tebal, ruang sel yang relatif besar dan berbentuk persegi. Hal ini pada bagian empulurnya merupakan tempat penyimpanan cadangan makanan.
Taksonomi empelur singkong (Manihot utilissima)
Kingdom   : plantae
Divisi         : magnoliophyta
Klas           : magnoliopsida
 Ordo          : euphorbiales
Family       : euphorbiaceae
Genus        : manihot
Spesies      : Manihot utilisima

2.        Cabe (Capsicum anum


Bagian tubuh penyusun Capsicum anum yang diamati pada bagian buahnya. Sel-sel yang terlihat pada mikroskop memiliki dinding sel yang lebih tebal, ruang sel yang relatif besar dan berbentuk persegi. Hal ini pada bagian buah merupakan tempat penyimpanan cadangan makanan. Dan di dapati bahwa didalam bagian buah terdapat kromoplas yakni platid yang berwarna merah.

Kingdom  : plantae
Divisi        :  magnoliopita
Kelas        : magnoliopsida
Ordo         : solanes
Family      : solanaceae
Genus       : capsicum
Spesies     : Capsicum anum


3.      Daun suji 


Bagian tubuh penyusun Plomele agustifolia yang diamati pada bagian daunnya. Sel-sel yang  terlihat pada mikroskop memiliki ruang yang lebih kecil, dan berbentuk bulat sampai lonjong, dan diketahui bahwa didalam daun suji terdapat  kroloplas. Kroloplas adalah plastid yang berwarna hijau yang berperan dalam proses fotosentesis.
TAKSON
Kingdom   : plantae
Divisi         : magnoliophyta
Kelas         : liliopsida
Ordo          :liliales
Family       : liliaceae
Genus        : margapluemele
Spesies      : Ploemele agustifolia




4.      Daun anggrek


Bagian tubuh penyusun Orchidaceae sp yang diamati pada bagian daunnya. Sel-sel yang  terlihat pada mikroskop memiliki ruang yang lebih kecil, dan berbentuk bulat sampai lonjong, dan diketahui bahwa didalam daun anggrek terdapat  kroloplas. Kroloplas adalah plastid yang berwarna hijau yang berperan dalam proses fotosentesis.

Kingdom   : plantae
Division     : magnoliophyta
Kelas         :liliopsida
Ordo          :asparagale
Family       :asparaceae
Genus        :orchidaceae
Spesies      : Orchidaceae sp.







Kesimpulan
Dari percobaan yang telah di lakukan, maka dapat di simpulkan bahwa sel dapat di bedakan menjadi 2, yaitu sel hidup dan sel mati.  Sel mati hanya memiliki dinding sel dan zat ergastik sedangkan sel hidup juga memiliki dinding sel yang berisi protoplasma. Dan setelah di amati Empelur singkong dan buah cabe termasuk ke dalam sel mati, namun di dalam cabe terdapat kromoplas. Kromoplas adalah plastid yang berwarna kuning atau merah. sedangkan  sel daun suji dan anggrk  tergolong ke dalam sel hidup, dan setelah diamati lbih detail didalam sel daun suji dan anggrek terdapat kloroplas. Kloroplas adalah plastid yang berwarna hijau, yang berperan dalam proses fotosintesis.









DISUSUN OLEH :

1.    Nila yusmiati ningsih
2.    Nurmaili
3.    Prawido andriadi
4.    Putri agus malinda
5.    Rasda junita














Tidak ada komentar:

Posting Komentar